Jumat, 30 September 2016

Membebaskan Diri

Membebaskan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Radinal Mukhtar

Sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa, saya berbincang-bincang santai dengan seorang teman. Dari perbincangan santrai tersebut, saya mendapatkan sebuah cerita yang berbalut humor tapi inspiratif bagi kehidupan kita. Beginilah cerita teman saya tersebut.

Di sebuah zaman, hiduplah seorang lelaki yang mempunyai karakter diri yang berlawanan. Jika orang melihat selintas saja, orang tersebut tidak akan yakin bahwa ia mempunyai keterbelakangan mental dan penalaran. Di sekolahnya dahulu, ia selalu tinggal kelas dan akan naik bila ada ‘subsidi’ nilai dari guru-guru dan para pengajar.

Singkat cerita, karena dijebak oleh teman-temannya, lelaki tersebut dijebloskan ke penjara dengan tuduhan mencuri. Di penjara ia akhirnya bertemu dengan sebuah komplotan perampok yang telah lama mendiami ruangan penjara tersebut.

Beberapa hari berlalu, ia akhirnya berteman dekat dengan komplotan perampok tersebut. Dari cerita-cerita santai, mereka akhirnya sepakat untuk melarikan diri dari penjara. Dan karena itulah, pimpinan kelompok perampok terse
... baca selengkapnya di Membebaskan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kelas Inspirasi Menginspirasi Anak Negeri


Sehari mengajar seumur hidup menginspirasi. Semboyan yang sangat mulia yang dibawa di Kelas Inspirasi. Sungguh suatu kebanggaan saya dapat bergabung di Kelas Inspirasi Pinrang. Untuk pertama kalinya menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi memberikan pengalaman baru yang sangat luar biasa untuk saya. Sungguh sangat banyak anak-anak negeri usia dini yang butuh inspirasi. Bahkan mereka tidak tahu ingin jadi apa kelak setelah dewasa. Tidak tahu cita-cita apa yang mereka inginkan kelak. Mereka tidak mengenal dunia luar karena keterbatasan yang mereka miliki.
Begitu pun halnya di Pinrang. Salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang masih memiliki begitu banyak Sekolah Dasar di daerah yang sulit terjangkau. Prasarana sekolah yang masih minim. Tenaga pengajar yang masih kurang. Mengakibatkan kualitas pendidikan yang tidak maksimal. Ditambah lagi pola pikir masyarakat yang masih terbilang kolot membuat jendela dunia semakin tertutup rapat untuk calon generasi penerus.

Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di propinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Makassar. Masyarakat Kabupaten Pinrang merupakan suku Bugis, salah satu dari 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan yaitu Makassar, Mandar, Toraja dan Bugis.
Bank Mandiri memiliki satu Cabang di Kabupaten Pinrang yaitu KCP Pinrang. Sejak tahun 2010 sampai dengan 2014 saya menjabat sebagai Branch Manager di KCP Pinrang. Selama periode itulah saya banyak mengenal masyarakat, lingkungan, budaya bahkan dunia pendidikan di Kabupaten Pinrang.

 Saya termasuk orang yang senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Seringkali saya mengajak teman-teman di kantor untuk ikut bergabung dalam kegiatan sosial untuk dapat menumbuhkan citra positif Bank Mandiri di masyarakat Pinrang. Apalagi masyarakat Pinrang masih cukup banyak yang belum mengenal dunia perbankan, bahkan masih takut dan sungkan untuk datang ke Bank. Yang mereka ketahui adalah orang yang datang ke bank adalah orang-orang kaya yang banyak uangnya dan menyimpannya di bank. Ada juga yang berpendapat transaksi di bank itu rumit, susah dan banyak aturan. Akibatnya banyak diantara mereka yang enggan untuk datang ke bank.

Beberapa diantara mereka melepas sandalnya saat memasuki banking hall. Mereka tidak mau mengotori lantai banking hall yang bersih dan mengkilap sehingga rela melepas sandalnya di luar. Dan masih banyak lagi perialku-perilaku yang terasa lucu saat diingat. Jadi bisa dibayangka bagaimana kondisi sebagian masyarakat yang ada di Kapubaten Pinrang.

Begitu juga di lingkungan pendidikan. Masih banyak sekolah-sekolah yang masih marginal. Dari segi lokasi, sarana dan prasarana bahkan tenaga pengajar yang sangat terbatas. Apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar, terkadang satu orang guru harus merangkap mengajar beberapa kelas. Bahkan Kepala Sekolah pun ikut turun ke kelas untuk mengajar.

Banyak diantara anak-anak Sekolah Dasar yang tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Berbagai sebab yang mengakibatkan hal itu terjadi. Karena keterbatasan biaya, lokasi sekolah yang cukup jauh atau tidak ada kemauan dari anak untuk melanjutkan sekolah.

Pola pikir masyarakat pun masih memiliki pengaruh yang cukup besar. Anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi toh akhirnya akan menikah juga dan melayani suami. Akibatnya banyak anak perempuan yang usianya baru belasan sudah memiliki anak. Bahkan beberapa diantara mereka sudah menikah dan sudah ditinggal suami di usia belasan. Itulah gambaran masyarakat di Kabupaten Pinrang.

Pada bulan Februari 2014 beberapa anak muda menggagas sebuah kegiatan sosial di dunia pendidikan yang sebenarnya sudah cukup populer di tempat lain yaitu Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi merupakan bagian dari Program Indonesia Mengajar. Bedanya adalah Kelas Inspirasi dilaksanakan hanya 1 hari saja dan relawan yang berpartisipasi bisa dari berbagai profesi. Sedangkan Indonesia mengajar waktunya 1 tahun dengan relawan terpilih dan diseleksi .

Saya pun mengetahui informasi akan adanya kegiatan Kelas Inspirasi dari sosial media. Kebetulan saya cukup aktif di dunia sosial media. Setelah mencari tahu para pencetus ide kegiatan akhirnya saya dapat bertemu dengan teman-teman penggagas Kelas Inspirasi Pinrang. Seperti dugaan saya, saat itu hanya kurang dari 10 orang saja yang sudah bergabung untuk mewujudkan gagasan Kelas Inspirasi Pinrang.

Hampir semua dari mereka cukup kaget dengan kehadiran saya yang langsung berniat untuk gabung jadi relawan Kelas Inspirasi. Bahkan ada yang mengatakan kepada saya
“Pak baru kali ini saya bertemu orang bank, Kepala Cabang lagi, yang mau ikut kegiatan seperti ini, biasanya orang bank kan sibuk dan gak sempat ikut yang begini begini”
Saya pun menjawab “Orang Bank Mandiri beda kok, kami justru sangat suka dan mendukung kegiatan-kegiatan yang kaya gini, apalagi kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak negeri khususnya daerah yang cukup terpencil kaya di sini”

Kedatangan saya ternyata memberi semangat baru untuk teman-teman relawan. Mereka makin yakin bahwa gagasan mereka akan sukses untuk direalisasikan. Saya pun dengan antusias mensupport dan memotivasi mereka untuk mensukseskan kegiatan ini. Kami pun berjibaku melakukan sosialisasi dan kampanye baik melalui media sosial maupun secara langsung.

Waktupun terus bergulir, kami sudah kerja keras melakukan kampaye, sosialisasi dan propaganda dimana-mana. Tetapi ternyata relawan yang mendaftar masih sangan minim. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mencari relawan di daerah yang cukup jauh dari jangkauan. Tapi kami tetap semangat. Kami telah menetapkan tanggal pelaksanaan yang kami sebut Hari Inspirasi yaitu di tanggal 5 Maret 2014. Dua minggu menjelang Hari Inspirasi, baru sekitar 20 relawan yang mendaftar. Cukup menghawatirkan, target kami tidak banyak hanya sekitar 40 relawan yang kami butuhkan.

Dan kami pun terus berjibaku pantang menyerah, tentu saja dibarengi dengan do’a. Sampai akhirnya semakin mendekati Hari Inspirasi berkat do’a dan kerja keras kami, akhirnya sedikit demi sedikit relawan berdatangan untuk mendaftar. Banyak putra-putra daerah yang baru mengetahui saat sudah mendekati waktunya. Akhirnya semakin tersebar luas kegiatan yang akan kami lakukan, semakin banyak relawan yang mendaftar bahkan dari luar kabupaten Pinrang. Beberapa diantara relawan juga berdomisili di luar Sulawesi Selatan dan mereka siap hadir di Hari Inspirasi. Kami pun makin semangat dan antusias untuk suksesnya Kelas Inspirasi Pinrang.

Hari yang di tunggu semakin mendekati. Lebih dari 100 relawan telah siap untuk mendukung Kelas Inspirasi Pinrang. Segala persiapan telah dilakukan. Briefing relawan, pembagian kelompok dan pembagian sekolah yang akan dikunjungi.

Hari Inspirasi pun tiba. Kami para relawan Kelas inspirasi menyebar ke 12 Sekolah Dasar yang masuk dalam kategori marginal yang ada di wilayah Kabupaten Pinrang. Kenapa dipilih sekolah-sekolah marginal? Karena merekalah yang lebih membutuhkan kami para relawan untuk hadir di tengah mereka, untuk membuka dunia mereka.

Hadirnya Kelas Inspirasi memberikan inspirasi baru untuk anak-anak Sekolah Dasar yang dikunjungi oleh relawan Kelas Inspirasi. Tergabung dari berbagai macam profesi yang yang disatukan dalam satu wadah Kelas Inspirasi. Sebagai relawan pengajar saya sangat apreciate kepada rekan-rekan sesama relawan Kelas Inspirasi Pinrang. Begitu cintanya mereka kepada daerahnya sehingga begitu semangat dan antusiasnya untuk berpartisipasi menjadi relawan Kelas Inspirasi. Bahkan putra-putri daerah yang sudah tidak berdomisili di Pinrang menyempatkan diri untuk dapat hadir di Hari Inspirasi Sulawesi Selatan. Semua itu dilakukan karena kecintaan mereka terhadap anak-anak penerus generasi khususnya di wilayah Pinrang.

Lebih dari 100 relawan Kelas Inspirasi Pinrang berkumpul untuk berbagi inspirasi di 12 Sekolah Dasar di Kabupaten Pinrang. Hadir sebagai relawan panitia, relawan pengajar, relawan fotografer dan videografer. Sungguh antusias yang luar biasa dari sebuah generasi yang ingin memajukan negeri. Ingin menciptakan kader-kader yang berguna di masa datang khususnya dari daerah Pinrang. Walaupun Kelas Inspirasi baru pertama kali di adakan di Kabupaten Pinrang tetapi saya melihat sebuah semangat yang luar biasa yang ditunjukan oleh seluruh relawan. Saya sendiri tidak pernah menduga di daerah Pinrang ini ternyata begitu banyak relawan yang bersedia berbagi inspirasi melalui profesinya. Sungguh luar biasa dan sangat menginspirasi.

Tidak hanya relawan yang hadir dengan penuh semangat. Anak-anak Sekolah Dasar yang dikunjungi juga begitu antusias menyambut kedatangan relawan Kelas Inspirasi. Begitu bangganya mereka menjadi sekolah yang dikunjungi. Begitu tingginya keinginan mereka untuk meraih cita-cita yang sangat tinggi.

Tiba hari yang dinanti, Rabu 5 Maret 2014 pukul 07.00 WITA saya sudah sampai di sebuah Sekolah Dasar, SD Negeri 07 Pinrang. Terdapat 2 bangunan yang sangat sederhana. bangunan pertama terdiri dari 4 ruangan yaitu kelas 1 sampai 3 dan ruang guru. Bangunan kedua terdiri dari 3 ruangan yaitu kelas 4 sampai kelas 6. Dan ada sebuah ruangan yang berdiri sendiri yaitu ruang perpustakaan yang hanya berukuran sekitar 2 x 2 meter.

Kami memulai dengan upacara pembukaan dan pengenalan kepada anak-anak. Mereka terlihat lugu dan polos. Ada wajah-wajah kagum melihat kehadiran kami. Kelompok kami terdiri dari 5 relawan pengajar dari berbagai profesi. Ada musisi, dosen, pengusaha, pegawai instansi dan saya sendiri sebagai pegawai bank. Kami diberi kesempatan untuk mengajar 3 kelas yaitu kelas 4, kelas 5 dan kelas 6.

Memasuki kelas dengan antusian dan semangat. Saya berusaha membawa keceriaan dan kegembiraan di tengah mereka. Wajah-wajah polos, kagum, heran berbaur dengan ekspresi riang, antusias dan penuh semangat di antara mereka.

Saya membawa tujuan untuk mengenalkan dunia perbankan kepada mereka. Anak-anak polos yang bahkan belum pernah tahu ada profesi pegawai bank. Wajah lugu tidak pernah kenal yang namanya Bank Mandiri. Saat saya tanya satu persatu cita-cita diantara mereka, tak satupun punya cita-cita jadi pegawai bank atau banker. Yang mereka kenal ingin menjadi dokter, tentara, pilot, guru, pegawai negeri dsb.

Saya hadir disana sebagai orang bank, pimpinan Bank Mandiri. “Bekerja di bank itu sangat keren. Setiap hari memakai dasi, diruangan ber-AC, bertemu dengan nasabah yang bermacam-macam, menghitung uang tiap hari dan banyak hal menarik saat bekerja di bank. Kita bisa membantu orang banyak melalui bank. Kita bisa memajukan daerah melalui bank. Kita bisa memajukan negeri melalui bank”.

Anak-anak pun terpesona mendengar apa yang saya katakan. Sesuatu yang belum pernah terbayang selama ini oleh mereka. Profesi yang tidak pernah terlintas di benak mereka. dan mulailah terbuka jendela wawasan mereka. sebenarnya begitu banyak profesi di luar sana yang belum semuanya mereka ketahui. Anak-anak desa yang hanya mengenal gunung, sawah, ladang dan pantai.
Ternyata begitu banyak anak negeri yang masih sangat butuh perhatian dari kita. Begitu banyak generasi yang butuh kehadiran kita. Dan saya bangga bisa hadir di tengah mereka bersama Bank Mandiri.

Saya pun membagikan kepada mereka masing-masing sepotong kertas. Saya minta mereka menuliskan cita-cita mereka, ingin menjadi apa kelak bila sudah besar nanti. Ada yang merenung, ada yang saling bertanya sesama teman, ada yang sibuk menulis dan banyak lagi aktifitas mereka. yang pasti mereka sedang menyusun masa depan mereka, menuliskan cita-cita dan mimpinya.
Satu per satu mereka membacakan apa yang menjadi cita-cita mereka kelak dan saya pun memberikan masing-masing sebuah balon untuk mereka. Kertas bertuliskan cita-cita ditempelkan di masing-masing balon yang mereka pegang. Setelah semua membacakan cita-citanya dan menempelkannya di balon, saatnya kami keluar kelas. Berkumpul di lapangan bersiap-siap melepaskan balon berisi cita-cita.

Dalam hitungan ketiga balonpun serentak dilepas ke angkasa membawa cita-cita mereka setinggi-tingginya. Harapannya apa yang mereka tuliskan dapat tercapai setinggi-tingginya. Balon-balon berhamburan ke angkasa membawa cita-cita mereka, membawa mimpi mereka di masa depan. Semoga seluruh cita-cita kalian akan tercapai anak-anak negeriku...

Sebuah hal positif yang sudah saya lakukan untuk negeri ini, bersama Bank Mandiri. Membangun semangat anak negeri untuk memiliki mimpi, memunculkan hasrat untuk maju dan berkembang, membuka jendela bagi mereka untuk melihat dunia luar. Mereka adalah calon-calon generasi penerus bangsa yang masih tersembunyi. Tugas kita adalah memunculkan potensi mereka ke permukaan. Antuasias, kemauan dan semangat terpancar dari wajah-wajah mereka saat melepas balon berisi cita-cita yang akan membawa mimpi mereka setinggi langit.

Keberadaan saya sebagai insan Bank Mandiri di tengah-tengah mereka semakin memberi inspirasi untuk mereka. tentu saja sebuah kebanggaan bagi saya bisa hadir di tengah mereka membawa nama Bank Mandiri. Mereka semakin mengenal, mereka semakin dekat dan mereka semakin senang kepada Bank Mandiri.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berpartisipasi memajukan negeri. Bahkan dari hal yang sederhana tapi bermanfaat dan memiliki dampak positif. Apa yang saya lakukan dengan bergabung menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi mungkin bukan sesuatu yang besar. Tapi saya yakin, itu adalah hal positif yang terpatri dalam benak anak-anak lugu yang belum mengenal dunia secara luas. Itu adalah bekal yang mungkin suatu saat kelak ada diantara mereka menjadi orang besar. Mungkin di antara mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. Dan hari itu adalah titik awal mereka mewujudkan cita-cita dan mimpinya.

Kelas Inspirasi tidak hanya menginspirasi anak-anak Sekolah Dasar yang dikunjungi. Tetapi saya sebagai relawan pengajar bahkan lebih terinspirasi dengan semangat rekan-rekan sesama relawan Kelas Inspirasi dan semangat anak-anak yang memiliki mimpi begitu tinggi. Saya bangga telah menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi memang sungguh menginspirasi.
Kelas Inspirasi memang hanya sehari, namun akan mereka ingat selamanya bahkan mungkin seumur hidupnya.

Sehari Berbagi Seumur Hidup Menginspirasi!

Selamat menginspirasi untuk insan Bank Mandiri dengan Spirit Memakmurkan Negeri ...!!!

MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP

MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

16 Mei 2007 – 13:36 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 0 / 0 votes)

Para pembaca, kali ini saya tidak menulis soal keuangan dulu, melainkan sedikit soal Sekolah Penulis Pembelajar (SPP) yang sebagian sudah ditulis oleh Pak Andrias Harefa. Saya memang dilibatkan dalam proyek itu bersama dengan beberapa nama yang sudah biasa muncul di Pembelajar.com seperti Pak Andrias Harefa, Bung Edy Zaqeus, Bung RAB Adi Broto atau mitra Pembelajar.com seperti Bung Ang Tek Khun, Bung Hendry Bun dan teman-teman lain dalam jaringan kami, seperti Bung Hasudungan Sirait, Bung Salomo Simanungkalit, Bung Agoeng Widyatmoko, dan Bung Dodi Mawardi.

Kebetulan sekali dalam tim ini saya diminta untuk merumuskan program-program yang akan dijalankan oleh SPP. Untuk tahap awal SPP akan menyelenggarakan pelatihan untuk umum pada 13-14 Juni dan 15-16 Juni di Ruang Jahe, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat.

Program pertama ini didesain lebih-lebih untuk mereka yang sama sekali belum pernah menulis, atau mereka yang berpikir bahwa menulis adalah tugas yang mahaberat. Bung Andrias Harefa dalam pelatihan ini akan membongkar hambatan terbesar dalam dunia kepenulisan. Tema ini akan dibahas pertama karena begitu hambatan ini teratasi, proses penulisan seseroang ak
... baca selengkapnya di MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN

BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

16 April 2008 – 13:25   (Diposting oleh: Editor)

“If people would dare to speak …, there would be a good deal less sorrow in the world a hundred years hence. – Jika orang-orang berani bicara …, dipastikan kesedihan di dunia ini akan berkurang bahkan dalam seratus tahun berikutnya.” ~ Samuel Butler The Way of All Flesh

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah nyata yang terjadi di Cina tentang kecelakaan tragis di area Tiger Taming Hill. Kisah nyata tersebut mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Berawal ketika 3 begundal yang kejam dan bengis memaksa seorang wanita sopir bis untuk melakukan tindak asusila.

Sementara itu sebagian besar penumpang tidak sedikit pun peduli. Hati nurani mereka seakan tertutup rapat. Namun ada seorang pria paruh baya yang berusaha melawan keganasan para begundal itu dengan sekuat tenaga dan berteriak kepada rekannya sesama penumpang agar mau menolong. Tetapi usahanya sia-sia, karena tak satupun diantara para penumpang itu bergeming. Sehingga pria itupun terjungkal kesakitan setelah dihajar oleh 3 begundal.

Setelah diperlakukan tidak senonoh, si sopir cantik itu justru berubah menjadi bersikap aneh. Ia tidak menunjukkan kesedihan, namun berlaku kasar kepada pria yang tadi berusaha menolongnya. Dengan nada
... baca selengkapnya di BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 29 September 2016

BERITA + DATA = KAYA

BERITA + DATA = KAYA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

01 Pebruari 2007 – 07:55 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 0 / 0 votes) Serial News for Wealth

Dalam jurnalistik ada satu (dari sekian banyak) kriteria untuk menentukan apakah satu peristiwa layak berita atau tidak. Kriteria itu adalah besarnya dampak atau magnitude dari berita itu. Semakin berita memiliki dampak besar, semakin besar pula nilai berita itu. Maka berita Tsunami di Aceh di penghujung tahun 1994 atau gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten tahun 2006 masuk kategori berita besar, karena besarnya dampak yang ditimbulkannya.

Dalam diskusi kita mengenai dampak ekonomi dari satu berita berikut apa hubungannya dengan kita, tidak bisa lain kita harus juga berpikir mengenai magnitude. Lebih spesifik lagi, pertanyaan yang pantas kita majukan adalah, apa dampak dari satu peristiwa terhadap ekonomi. Mau lebih spesifik lagi? Mari kita bertanya, apa dampak dari satu peristiwa terhadap pasar. Hanya dengan mengetahui dampak dari satu peristiwa terhadap pasar kita bisa mengambil manfaat dari peristiwa itu.

Penawaran dan Permintaan Dalam bahasa teknis, berbicara mengenai pasar berarti kita berbicara mengenai permintaan dan penawaran. Kalau kita berbicara mengenai perubahan pasar, maka kita berbicara salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya. Kita ambil saja contoh yang pernah dikemukakan sebelumnya. Fakta yang dikemukakan dalam satu berita adalah hujan deras yang mengguyur daerah pertan
... baca selengkapnya di BERITA + DATA = KAYA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Pencuri Kue

Pencuri Kue Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang

pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki

juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue tera
... baca selengkapnya di Pencuri Kue Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 28 September 2016

Ayah, Anak dan Burung Gagak

Ayah, Anak dan Burung Gagak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda tersebut?"

"Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......".

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah. "Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun sudah memberikan jawabannya.

Apakah yang ayah ingin
... baca selengkapnya di Ayah, Anak dan Burung Gagak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Writing Ritualism: Yang Penting Tulis Dulu

Writing Ritualism: Yang Penting Tulis Dulu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Deadline! Betapa kita selalu dihadapkan pada masalah ini! Setumpuk tugas kantor harus diselesaikan hari ini. Pekerjaan klien juga. Urusan keluarga juga tidak bisa diabaikan. Dan juga, komitmen berkontribusi ke pembelajar.com. Seharusnya sudah setor tulisan beberapa hari yang lalu tetapi sampai saat ini belum ditulis juga. Nah, deadline menyelesaikan tulisan inilah yang akan kita bahas disini. Benarkah tulisan bisa dipaksa selesai pada hari dan jam tertentu? Bukannya menulis merupakan proses kreatif yang memerlukan ide yang belum tentu kapan datangnya?

Beberapa penulis yang saya kenal sering menganjurkan untuk action saja walaupun belum ada ide mau menulis apa. “Yang penting tulis dulu” kata mereka. Nah, tulisan ini sebenarnya sedang menjalankan saran tersebut. Sampai kalimat ini saya tulis, saya belum tahu harus menulis apa. Loh..kok sudah dua paragrap? Ha…ha…katanya yang penting tulis dulu?

Kegiatan menulis menurut saya merupakan suatu kebiasaan. Sebagai suatu kebiasaan, semakin kita sering mengerjakan semakin kita akan melakukan hal tersebut sebagai ritual, yaitu kegiatan yang kita lakukan tanpa alasan. Ritual? Iya. Untuk lebih mantap atas pengertian ritual, saya
... baca selengkapnya di Writing Ritualism: Yang Penting Tulis Dulu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 24 September 2016

Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan

Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

SEJAK Ken Permata ketitisan roh Nyi Harum Sarti, Datuk Rao Basaluang Ameh melihat banyak perubahan terjadi atas diri bayi yang berusia hampir dua tahun itu. Dari hari ke sehari tubuh anak perempuan Nyi Retno Mantili dari suaminya yang mendiang Patih Kerajaan bernama Wira Bumi itu mengalami pertumbuhan pesat. Tubuh bertambah besar dan bertambah tinggi. Dalam waktu beberapa bulan saja keadaan Ken Permata tidak beda dengan seorang anak yang telah berusia lima tahun. Bicaranya lancar. Ucapan-ucapan cerdik seperti seorang dewasa. Apa yang terjadi dengan anak itu tidak lepas dari perhatian Mande Saleha, perempuan yang menjaga Ken Permata sejak masih orok.

Suatu hari ketika anak perempuan itu bermain-main di luar ditemani harimau putih sakti Datuk Rao Bamato Hijau, Mande Saleha menemui Datuk Rao Basaluang Ameh di dalam goa batu pualam. (Mande = ibu) Sebenarnya dia ingin membawa serta Baiduri, Ibu Susu Ken Permata. Tapi perempuan separuh baya ini akhirnya memutuskan untuk datang seorang diri saja. Ketik
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 23 September 2016

Semangat Juang Anak Cacat

Semangat Juang Anak Cacat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku buka mata, kuhirup udara segar, dan ku dengar suara burung bersiul. Aku hanya anak cacat yang hanya bisa tidur di tempat tidur, ngak bisa beraktivitas seperti layaknya manusia. Tapi aku punya semangat juang yang tinggi, aku ingin menjadi seorang professor. Pagi ini, seperti biasa aku terapi bersama kakak. Sebenarnya aku malas terapi, karna mau sembuh aku terpaksa terapi aja.

Setelah terapi, aku sekolah di sebuah SMP LB. Disana aku hanya mendengar, ngak bisa menjawab semua pertanyaan dari guru. Beberapa minggu lagikan UN untuk anak SMP. Aku takut, kalau aku ngak lulus. Aku bosan menjadi anak cacat, walaupun orang tua aku mampu tapi aku bosan hidup.

Saatnya ujian nasional, aku mendapat nomor 12 di ruang pertama. Ujian pertama sangatlah sulit, karna aku anak cacat. Tapi ngak boleh menyerah, karena pasti Allah memberikan kelebihan. Selama 4 hari aku melaksanakan UN, tinggal melihat hasilnya. Aku hanya berdo’a supaya aku bisa lulus dengaan nilai sempurna.

Saatnya pengumuman, aku khawatir nanti aku ngak lulus. Aku ditemani sorang kakak yang setia menemani aku. Detik-detik terakhir, dan akhirnya akuuuuu LULUS. Walaupun belum mengetahui nilai aku sangat senang. Seminggu lagi penerimaan ijazah.

Saat penerimaan ijazah aku ngak boleh ikut, karena aku sedang sakit, yang mengambil ijazah aku adalah ibuku yang selalu merawat aku. Berjam-jam aku menungg
... baca selengkapnya di Semangat Juang Anak Cacat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 21 September 2016

Personal Branding Melalui Buku

Personal Branding Melalui Buku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1“Awali branding Anda dengan tulisan.” ~ Edy Zaqeus

Suatu kali ada seorang trainer datang kepada saya untuk mendiskusikan strategi membangun personal branding dan debutnya di ranah publik Indonesia. Trainer ini lulusan luar negeri dan mengaku telah berkiprah selama bertahun-tahun di berbagai bidang bisnis. Jaringan atau fondasi internasionalnya sudah terbentuk, namun yang saat itu ingin dia bidik justru jaringan dan fondasi di Tanah Air. Alasannya sederhana, pasar di Indonesia dipandangnya masih “menyilaukan” mata, sangat prospektif, dan sangat sayang bila diabaikan.

Infrastruktur berupa tim kerja sudah dibentuk, termasuk event organizer. Sementara website berciri company profile sebagai sarana mass communication dan wadah jejaring juga sudah disiapkan. Rencana-rencana dan budgeting “penampakan” ke ranah publik juga sudah disusun dan dipersiapkan sedemikian rapinya, baik berupa sejumlah preview seminar, seminar inti, termasuk segala macam marketing tools yang dibutuhkan. Sepintas, semua persiapan tersebut bakal memudahkan si trainer ini untuk menggaet perhatian dalam belantara pelatihan dan permotivasian di Indonesia.

Tetapi, dari kacamata saya pribadi sebagai konsultan kepenulisan dan penerbitan, tampaknya ada satu alat personal branding yang tidak dia prioritaskan. Apa itu? Tak lain adalah branding melalui tulisan, dan lebih khu
... baca selengkapnya di Personal Branding Melalui Buku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Saat Nisa Mengatakan Bisa

Saat Nisa Mengatakan Bisa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cempreng Dan Cuek itulah karakter utama dari seorang Nisa.. Siswa yang mempunyai Cita-cita Yang tinggi Ingin menjadi sastrawan Yang sukses.. Namun Keinginan Itu Haruslah ia pendam Karena Takut ditertawai Oleh Teman-temannya. Sebenarnya untuk Nisa Sendiri Ia tidak pernah Merasa minder Terhadap temannya Karena Memang Ia bukanlah Siswa yang terlalu Bodoh di kelas Namun Ia hanya tidak Ingin Di anggap Memiliki Cita-cita yang terlalu tinggi seperti sebuah rabitah yang hanya merindu tuhannya.

Yah, Nisa Siswa Yang sekarang sudah duduk Di kelas X SMA RSBI Ini memang sangat mencintai pelajaran Bahasa indonesia.. Namun terkesan tidak Menyukai pelajaran Berhitung karena Merasa Otaknya Akan puyeng jika Berhitung..?
Namun Ada satu Yang membuat Gadis ini tidak di sukai Oleh temannya Ia terkesan Cuek Pada setiap Orang, Ia hanya Mau Berbicara Pada Orang-orang Yang memiliki kepentingan dengannya, Sehingga Ia Hanya Di kenal Oleh teman satu kelasnya saja..

Hari Ini Nisa Akan Belajar Bahasa Indonesia, Seperti biasa Gadis Itu sudah menyiapkan buku Bahasa indonesia sastra Andalannya. Pada saat Pak Arman masuk, Guru itu menyampaikan Informasi Bahwa Di sekolah Ini akan di adakan Lomba Membaca Puisi.. Dan kriterianya yaitu setiap siswa berhak Mengikutinya asal dia memiliki bakat di bidang Puisi. Selanjutnya Pak Arman Juga menjelaskan Bahwa Waktu Lombanya 3
... baca selengkapnya di Saat Nisa Mengatakan Bisa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 16 September 2016

Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada Jalan

Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada Jalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Suatu saat mungkin kau akan merasakan rasa ini, ketika kau telah menjadi orang yang gagal dan tak mampu bangkit lagi. Ketika semua orang tak menganggapmu ada, ketika semua orang tak ada yang peduli akan kehidupanmu.

That`s was all of my experience for being a poor person but that was then I realize that I can do all by myself don`t care about what they say, don`t care about themselves. And then I think that my mom wasn’t care about me too she always care about my cousins that`s all.

From it, I learned how to be a smart person without care about them. From it, I call myself to be a strong woman and a strong person I won’t give up on my journey. Aku bahkan tak peduli apa kata keluarga ku sendiri yang penting aku dapat tetap berdiri tegak dan aku dapat menjalani takdir ku aku dapat belajar tentang apa yang aku belum pahami dan sejak itulah gaya belajar ku berubah 360 derajat, aku rasa inilah kesempatan ku untuk maju dan maju.

Ternyata memang allah memberikan yang terbaik sesuai kriteria otakku aku mendapat banyak sanjungan dari para guru guru ku di sekolah baru ini walau aku sedikit merasa aku lah yang terpandai aku tak boleh sombong aku harus berada pada jalanku menuju target dan impian-impian manis ku.

Soal siapa yang akan jadi pemenangnya, itu hanyalah urusan belakang sekarang hanyalah urusanku dengan otakku dan Al
... baca selengkapnya di Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada Jalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 13 September 2016

Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas

Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

ANAK perempuan berumur delapan tahun itu berlari-lari kecil sambil tiada hentinya menyanyi. Di tangan kanannya tergenggam lebih dari selusin tangkai bunga yang baru dipetiknya di dalam hutan. Saat itu matahari pagi telah naik tinggi. Si anak mempercepat larinya. Dia takut kalau kalau orang tuanya mengetahui bahwa dia telah pergi ke hutan lagi. Tentu dia akan dilecut seperti kemarin.

Baru saja dia memasuki jalan kecil yang akan menuju keperkampungan, anak perempuan ini dikejutkan oleh derap kaki kuda yang banyak dan riuh sekali. Dia tak ingin mendapat celaka diterjang kaki-kaki kuda. Cepat-cepat dia menepi dan berlindung di balik sebatang pohon. Tak lama kemudian serombongan penunggang kuda lewat dengan cepat. Si anak tak tahu berapa jumlah mereka semuanya, tapi yang jelas amat banyak dan semua berpakaian serba hitam, rata-rata memelihara kumis melintang serta cambang bawuk yang lebat. Tampang-tampang mereka buas bengis. Dan masing-masing membawa sebilah golok besar di pinggang. Meski rombongan penunggang kuda itu telah berlalu jauh namun debu jalanan masih beterbangan menutupi pem
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #15 : Mawar Merah Menuntut Balas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 12 September 2016

Pagelaran Terakhir

Pagelaran Terakhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Adzan Isyak baru selesai berkumandang dari mikrophone tua masjid seberang jalan, sebentar lagi kewajiban akan tertunaikan oleh segelintir umat yang taat. Malam ini rombongan Kethoprak kami mendapatkan kesempatan menghibur penonton di halaman Balai desa seperti tahun-tahun kemarin. Tapi pagelaran tahun ini ada sesuatu yang mengganjal di hati kami, mulai dari banyaknya protes yang tidak setuju jika acara malam puncak seni di desa kami di isi dengan pagelaran kethoprak sampai kondisi kesehatan dari salah satu pemain andalan kami yang kian memburuk.

Bau asap rok*k murahan hasil sumbangan dari warga kami yang kasihan, bercampur dengan aroma bedak hasil patungan kami, mengiringi alunan suara gamelan yang di tabuh para niyogo kami membabar gendhing srepeg mataram terasa mendayu seperti menggambarkan suasana hati kami yang resah.
“Aku kira kamu benar-benar tidak jadi datang” sambutku membuka percakapan.
“Tenang kawan suara gamelan ini yang memaksaku datang lagipula di pagelaran terakhir ini aku tidak ingin mengecewakan penggemarku…” katanya sambil menghisap rok*k dalam-dalam.
“Uhuk… uhuk…!” batuknya memaksa untuk tidak melanjutkan kata-kata yang belum selesai.
“Kamu benar tidak apa-apa?” tanyaku sedikit khawatir, karena pesan singkat dari istrinya yang masuk ke telephon genggamku belum ku hapus “Mas, mohon maaf kondisi mas Didik kurang sehat mas cari peng
... baca selengkapnya di Pagelaran Terakhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 10 September 2016

Mesin Pemahat Mimpi

Mesin Pemahat Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Sial!” Danu mendesis kesal. Ia membungkukkan badannya sampai sembilan puluh derajat, dengan napas yang belum stabil. Keringat mulai membasahi tempatnya berpijak. Bagai gutasi di ujung daun, peluh itu turun satu-satu dari rambutnya yang meruncing karna basah. Terik matahari membakar lintasan lari yang berwarna kemerahan.

“Latihan lagi ya Dan. Kalau di dalam sekolah saja kalah dengan Topan, apa kabar di tingkat Provinsi minggu depan? Ini baru simulasi tingkat kota Dan. Di tempat kedua saja tidak cukup. Rekor larimu masih kalah jauh dengan Topan.” Seorang laki-laki paruh baya menepuk punggung Danu. Danu lantas berdiri dengan tegak, menghadap laki-laki itu. Namanya Setya dia pelatih tim atletik di SMA. “Kita beruntung, sekolah kita punya dua kandidat yang lolos. Memang lebih beruntung lagi kalau kita dapat dua tempat di podium juara. Tapi, lakukan saja sebisamu.” Kata Setya lalu beranjak menuju Topan. Mereka saling berpelukan. Ish berasa sudah menang?! Percaya diri sekali. Pikir Danu kesal.

Danu melangkah gontai menyambar tasnya yang tergeletak di pinggiran lintasan, Ia bergegas pulang. “Dan!” Tanpa menoleh Danu sudah tahu suara siapa itu. “Apa?” Jawabnya malas. Topan menghampirinya dengan senyum lebar. “Bagaimana simulasi kali ini?”, “Biasa saja.” Danu melanjutkan perjalanan. Topan berjalan mengimbangi.
“Tadi ada wartawan Majalah Remaja, katanya mereka akan mewawancarai pemenang lomba lari 800 meter
... baca selengkapnya di Mesin Pemahat Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 08 September 2016

Nay, Sang Teratai

Nay, Sang Teratai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seseorang mengguncang tubuhku. “Yash! Bangun!”
Aku menggeliat, menepis tangan yang mengguncangku itu sambil masih terpejam. Mataku masih berat untuk dibuka, kantuk masih menguasaiku.
“Yash! Aku mau bicara penting, nih.. Bangun!” tangan itu mengguncang tubuhku lagi. Suara Nay sepertinya. Dengan malas terpaksa kubuka mataku.
“Kenapa Nay?” sahutku serak akibat bangun tidur. Nay adalah sahabatku, sekaligus teman satu kos dan satu fakultas.
“Aku mau berhenti kuliah.”
APA? Sisa-sisa kantukku segera hilang. Aku langsung bangun terduduk di atas kasur. Menatap Nay lekat-lekat. Aku memang sering menjadi tempat Nay berkeluh kesah tentang dana kuliah dan biaya hidup. Aku tahu bagaimana sulitnya dia bertahan untuk tetap melanjutkan pendidikan strata satunya, tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menyerah sekarang. Saat kami baru selesai dari program Kuliah Kerja Nyata dan tinggal menulis skripsi untuk menuntaskan pendidikan bachelor kami. Kecuali memang ada hal yang sangat genting yang memaksanya untuk itu, kecuali keadaannya sudah tidak tertolong lagi.
“Kamu serius?!” tanyaku setengah
... baca selengkapnya di Nay, Sang Teratai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 07 September 2016

Cause of My Parent’s Lie

Cause of My Parent’s Lie Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada sabtu pagi sang ayah hendak berangkat kerja, dia mulai mengendap-ngendap ke luar kamar ketika selesai berpakaian, setelah sampai di pintu depan dia merasa bahwa dia telah berhasil meloloskan diri tanpa sepengetahuan pangeran kecilnya, tapi baru sebelah kaos kakinya dipasang sudah terdengar suara sang pageran kecilnya “Ikuuuttt…” disertai tangisan yang keras, itulah kebiasaan seorang ayah setiap pagi ketika hendak berangkat kerja.

Dipeluk anaknya “Kamu nggak usah ikut sayang, bapak bentar saja cuma mau ke sana dekat saja, nanti kalau bapak pulang, bapak belikan mainan bagus ya, yang penting kamu tidak ikut!”. Mendengar kalimat itu sang anak pun terdiam dari tangisnya berharap bapaknya sebentar lagi pulang dengan mainan kesukaannya.

Sore hari bapak baru pulang, si kecil baru terbangun setelah tertidur kecapean menangis menunggu bapaknya pulang yang katanya hanya sebentar, dia pun menagih mainan yang dijanjikan bapaknya “Waduh… tadi waktu bapak lewat, tokonya lagi tutup sayang, ya mainannya nggak bisa dibeli”. Sang pangeran pun percaya bahwa memang mainannya tidak bisa
... baca selengkapnya di Cause of My Parent’s Lie Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 06 September 2016

Selalu Ada Jalan

Selalu Ada Jalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ini kisah tentang perjalan hidup Adang Ahmad Sabanda. Dia adalah seorang pengusaha sukses, yang sekarang menguasai perjual-belian di bidang pertanian dan pertenakan. Beliau memulai usahanya ketika baru saja lulus SMA. Begini ceritanya…

Dulu kira-kira pada tahun 1986, Ahmad (nama kecilnya) adalah seorang pelajar di SMA 35 Jakarta, beliau memang tidak terlalu pandai. setelah lulus sekolah beliau sangat ingin kuliah, akan tetapi apa daya kedua orang tua nya hanyalah pekerja serambutan, sehingga tidak mampu membiayai ahmad untuk kuliah. Sehingga ahmad hanya menganggur saja di rumah. Ahmad memang di kenal sebagai tukang bicara, apa saja dia bicarakan entah itu benar atau salah. Walaupun banyak orang yang sudah tidak mempercayai ahmad, akan tetapi masih ada beberapa orang yang masih menaruh kepercayaan kepada ahmad, salah satunya ialah kepala desa yaitu, H Mastur.

Singkat cerita. Waktu itu orang-orang di warung sedang bercerita tentang harga kambing di pasaran, dan kebetulan Ahmad berada di sana. Kambing memang saat itu sedang mahal, sehingga banyak orang yang lebih memilih daging kerbau atau daging ayam. Karena Ahmad tidak mau kalah bicara, akhirnya dia berkata bahwa dia mempunyai seorang kenalan tukang Bandar kambing dan kenalannya itu tidak pernah menjual harga kambing terlalu mahal walaupun di p
... baca selengkapnya di Selalu Ada Jalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 05 September 2016

Pembuktian

Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pendiam tapi menyenangkan, itulah aku, versi diriku sebulan yang lalu. Ya, andai saja mahasiswa jurusan sastra Indonesia itu tidak PKL (Praktek Kerja Lapangan) di sekolahku, tepatnya di kelasku. Hari ini harusnya ulangan bahasa Indonesia dari Ibu Dewi, guru favoritku. Namun nasibku sungguh malang, Ibu Dewi tidak bisa mengajar karena harus menghadiri rapat tiba-tiba yang diadakan di luar kota. Itu kata Pak Udi, pesuruh sekolah. Sebagai penggantinya, seorang mahasiswa yang harusnya praktek di kelas sebelah, dipindahkan praktek ke kelasku. Sebelum aku bernafas untuk ketidakhadiran Ibu Dewi, mahasiswa itu nyelonong ke kelas kami tampa menyapa atau sekedar basa-basi. Semua teman cewekku nampak terpukau karena mahasiswa itu adalah seorang cowok. Tidak ganteng menurutku, ia hanya menang memakai pakaian bermerk, yang meski tertutup jas prakteknya masih saja kelihatan. Dinda yang duduk di depanku tak henti-hentinya memuji.
“Selamat pagi, adik-adik SMA!” ia baru menyapa, mungkin baru ingat.
“Pagi Pak!!” balas mereka tapi tak termasuk aku. Aku diam saja di pojokan. Masa bodoh. Aku tetap asyik dengan novel hadiah dari Ibu Dewi. Aku berhenti di halaman 57.
“Hey! Kamu yang duduk paling pojok!” makhluk itu bersua lagi. Pertanyaan yang ambigu. Pojok mana?
... baca selengkapnya di Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu