Sehari mengajar
seumur hidup menginspirasi. Semboyan yang sangat mulia yang dibawa di Kelas
Inspirasi. Sungguh suatu kebanggaan saya dapat bergabung di Kelas Inspirasi
Pinrang. Untuk pertama kalinya menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi
memberikan pengalaman baru yang sangat luar biasa untuk saya. Sungguh sangat
banyak anak-anak negeri usia dini yang butuh inspirasi. Bahkan mereka tidak
tahu ingin jadi apa kelak setelah dewasa. Tidak tahu cita-cita apa yang mereka
inginkan kelak. Mereka tidak mengenal dunia luar karena keterbatasan yang
mereka miliki.
Begitu pun halnya
di Pinrang. Salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang masih memiliki begitu
banyak Sekolah Dasar di daerah yang sulit terjangkau. Prasarana sekolah yang
masih minim. Tenaga pengajar yang masih kurang. Mengakibatkan kualitas
pendidikan yang tidak maksimal. Ditambah lagi pola pikir masyarakat yang masih
terbilang kolot membuat jendela dunia semakin tertutup rapat untuk calon
generasi penerus.
Pinrang merupakan
salah satu kabupaten yang terletak di propinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya
sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Makassar. Masyarakat Kabupaten Pinrang
merupakan suku Bugis, salah satu dari 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan yaitu
Makassar, Mandar, Toraja dan Bugis.
Bank Mandiri
memiliki satu Cabang di Kabupaten Pinrang yaitu KCP Pinrang. Sejak tahun 2010
sampai dengan 2014 saya menjabat sebagai Branch Manager di KCP Pinrang. Selama
periode itulah saya banyak mengenal masyarakat, lingkungan, budaya bahkan dunia
pendidikan di Kabupaten Pinrang.
Saya termasuk orang yang senang mengikuti
kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Seringkali saya mengajak teman-teman di
kantor untuk ikut bergabung dalam kegiatan sosial untuk dapat menumbuhkan citra
positif Bank Mandiri di masyarakat Pinrang. Apalagi masyarakat Pinrang masih
cukup banyak yang belum mengenal dunia perbankan, bahkan masih takut dan
sungkan untuk datang ke Bank. Yang mereka ketahui adalah orang yang datang ke
bank adalah orang-orang kaya yang banyak uangnya dan menyimpannya di bank. Ada
juga yang berpendapat transaksi di bank itu rumit, susah dan banyak aturan.
Akibatnya banyak diantara mereka yang enggan untuk datang ke bank.
Beberapa diantara
mereka melepas sandalnya saat memasuki banking hall. Mereka tidak mau mengotori
lantai banking hall yang bersih dan mengkilap sehingga rela melepas sandalnya
di luar. Dan masih banyak lagi perialku-perilaku yang terasa lucu saat diingat.
Jadi bisa dibayangka bagaimana kondisi sebagian masyarakat yang ada di
Kapubaten Pinrang.
Begitu juga di
lingkungan pendidikan. Masih banyak sekolah-sekolah yang masih marginal. Dari
segi lokasi, sarana dan prasarana bahkan tenaga pengajar yang sangat terbatas.
Apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar, terkadang satu orang guru harus merangkap
mengajar beberapa kelas. Bahkan Kepala Sekolah pun ikut turun ke kelas untuk
mengajar.
Banyak diantara
anak-anak Sekolah Dasar yang tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang
berikutnya. Berbagai sebab yang mengakibatkan hal itu terjadi. Karena
keterbatasan biaya, lokasi sekolah yang cukup jauh atau tidak ada kemauan dari
anak untuk melanjutkan sekolah.
Pola pikir
masyarakat pun masih memiliki pengaruh yang cukup besar. Anak perempuan tidak
perlu sekolah tinggi toh akhirnya akan menikah juga dan melayani suami.
Akibatnya banyak anak perempuan yang usianya baru belasan sudah memiliki anak.
Bahkan beberapa diantara mereka sudah menikah dan sudah ditinggal suami di usia
belasan. Itulah gambaran masyarakat di Kabupaten Pinrang.
Pada bulan Februari
2014 beberapa anak muda menggagas sebuah kegiatan sosial di dunia pendidikan
yang sebenarnya sudah cukup populer di tempat lain yaitu Kelas Inspirasi. Kelas
Inspirasi merupakan bagian dari Program Indonesia Mengajar. Bedanya adalah
Kelas Inspirasi dilaksanakan hanya 1 hari saja dan relawan yang berpartisipasi
bisa dari berbagai profesi. Sedangkan Indonesia mengajar waktunya 1 tahun
dengan relawan terpilih dan diseleksi .
Saya pun mengetahui
informasi akan adanya kegiatan Kelas Inspirasi dari sosial media. Kebetulan
saya cukup aktif di dunia sosial media. Setelah mencari tahu para pencetus ide
kegiatan akhirnya saya dapat bertemu dengan teman-teman penggagas Kelas
Inspirasi Pinrang. Seperti dugaan saya, saat itu hanya kurang dari 10 orang
saja yang sudah bergabung untuk mewujudkan gagasan Kelas Inspirasi Pinrang.
Hampir semua dari
mereka cukup kaget dengan kehadiran saya yang langsung berniat untuk gabung
jadi relawan Kelas Inspirasi. Bahkan ada yang mengatakan kepada saya
“Pak baru kali ini
saya bertemu orang bank, Kepala Cabang lagi, yang mau ikut kegiatan seperti
ini, biasanya orang bank kan sibuk dan gak sempat ikut yang begini begini”
Saya pun menjawab
“Orang Bank Mandiri beda kok, kami justru sangat suka dan mendukung kegiatan-kegiatan
yang kaya gini, apalagi kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masa depan
anak-anak negeri khususnya daerah yang cukup terpencil kaya di sini”
Kedatangan saya
ternyata memberi semangat baru untuk teman-teman relawan. Mereka makin yakin
bahwa gagasan mereka akan sukses untuk direalisasikan. Saya pun dengan antusias
mensupport dan memotivasi mereka untuk mensukseskan kegiatan ini. Kami pun
berjibaku melakukan sosialisasi dan kampanye baik melalui media sosial maupun
secara langsung.
Waktupun terus bergulir,
kami sudah kerja keras melakukan kampaye, sosialisasi dan propaganda
dimana-mana. Tetapi ternyata relawan yang mendaftar masih sangan minim. Bisa
dibayangkan betapa sulitnya mencari relawan di daerah yang cukup jauh dari
jangkauan. Tapi kami tetap semangat. Kami telah menetapkan tanggal pelaksanaan
yang kami sebut Hari Inspirasi yaitu di tanggal 5 Maret 2014. Dua minggu
menjelang Hari Inspirasi, baru sekitar 20 relawan yang mendaftar. Cukup
menghawatirkan, target kami tidak banyak hanya sekitar 40 relawan yang kami
butuhkan.
Dan kami pun terus
berjibaku pantang menyerah, tentu saja dibarengi dengan do’a. Sampai akhirnya
semakin mendekati Hari Inspirasi berkat do’a dan kerja keras kami, akhirnya
sedikit demi sedikit relawan berdatangan untuk mendaftar. Banyak putra-putra
daerah yang baru mengetahui saat sudah mendekati waktunya. Akhirnya semakin
tersebar luas kegiatan yang akan kami lakukan, semakin banyak relawan yang
mendaftar bahkan dari luar kabupaten Pinrang. Beberapa diantara relawan juga
berdomisili di luar Sulawesi Selatan dan mereka siap hadir di Hari Inspirasi.
Kami pun makin semangat dan antusias untuk suksesnya Kelas Inspirasi Pinrang.
Hari yang di tunggu
semakin mendekati. Lebih dari 100 relawan telah siap untuk mendukung Kelas
Inspirasi Pinrang. Segala persiapan telah dilakukan. Briefing relawan,
pembagian kelompok dan pembagian sekolah yang akan dikunjungi.
Hari Inspirasi pun
tiba. Kami para relawan Kelas inspirasi menyebar ke 12 Sekolah Dasar yang masuk
dalam kategori marginal yang ada di wilayah Kabupaten Pinrang. Kenapa dipilih
sekolah-sekolah marginal? Karena merekalah yang lebih membutuhkan kami para
relawan untuk hadir di tengah mereka, untuk membuka dunia mereka.
Hadirnya Kelas
Inspirasi memberikan inspirasi baru untuk anak-anak Sekolah Dasar yang
dikunjungi oleh relawan Kelas Inspirasi. Tergabung dari berbagai macam profesi
yang yang disatukan dalam satu wadah Kelas Inspirasi. Sebagai relawan pengajar
saya sangat apreciate kepada rekan-rekan sesama relawan Kelas Inspirasi
Pinrang. Begitu cintanya mereka kepada daerahnya sehingga begitu semangat dan
antusiasnya untuk berpartisipasi menjadi relawan Kelas Inspirasi. Bahkan
putra-putri daerah yang sudah tidak berdomisili di Pinrang menyempatkan diri
untuk dapat hadir di Hari Inspirasi Sulawesi Selatan. Semua itu dilakukan
karena kecintaan mereka terhadap anak-anak penerus generasi khususnya di
wilayah Pinrang.
Lebih dari 100
relawan Kelas Inspirasi Pinrang berkumpul untuk berbagi inspirasi di 12 Sekolah
Dasar di Kabupaten Pinrang. Hadir sebagai relawan panitia, relawan pengajar,
relawan fotografer dan videografer. Sungguh antusias yang luar biasa dari
sebuah generasi yang ingin memajukan negeri. Ingin menciptakan kader-kader yang
berguna di masa datang khususnya dari daerah Pinrang. Walaupun Kelas Inspirasi
baru pertama kali di adakan di Kabupaten Pinrang tetapi saya melihat sebuah
semangat yang luar biasa yang ditunjukan oleh seluruh relawan. Saya sendiri
tidak pernah menduga di daerah Pinrang ini ternyata begitu banyak relawan yang
bersedia berbagi inspirasi melalui profesinya. Sungguh luar biasa dan sangat
menginspirasi.
Tidak hanya relawan
yang hadir dengan penuh semangat. Anak-anak Sekolah Dasar yang dikunjungi juga
begitu antusias menyambut kedatangan relawan Kelas Inspirasi. Begitu bangganya
mereka menjadi sekolah yang dikunjungi. Begitu tingginya keinginan mereka untuk
meraih cita-cita yang sangat tinggi.
Tiba hari yang
dinanti, Rabu 5 Maret 2014 pukul 07.00 WITA saya sudah sampai di sebuah Sekolah
Dasar, SD Negeri 07 Pinrang. Terdapat 2 bangunan yang sangat sederhana.
bangunan pertama terdiri dari 4 ruangan yaitu kelas 1 sampai 3 dan ruang guru.
Bangunan kedua terdiri dari 3 ruangan yaitu kelas 4 sampai kelas 6. Dan ada
sebuah ruangan yang berdiri sendiri yaitu ruang perpustakaan yang hanya
berukuran sekitar 2 x 2 meter.
Kami memulai dengan
upacara pembukaan dan pengenalan kepada anak-anak. Mereka terlihat lugu dan
polos. Ada wajah-wajah kagum melihat kehadiran kami. Kelompok kami terdiri dari
5 relawan pengajar dari berbagai profesi. Ada musisi, dosen, pengusaha, pegawai
instansi dan saya sendiri sebagai pegawai bank. Kami diberi kesempatan untuk
mengajar 3 kelas yaitu kelas 4, kelas 5 dan kelas 6.
Memasuki kelas
dengan antusian dan semangat. Saya berusaha membawa keceriaan dan kegembiraan
di tengah mereka. Wajah-wajah polos, kagum, heran berbaur dengan ekspresi
riang, antusias dan penuh semangat di antara mereka.
Saya membawa tujuan
untuk mengenalkan dunia perbankan kepada mereka. Anak-anak polos yang bahkan
belum pernah tahu ada profesi pegawai bank. Wajah lugu tidak pernah kenal yang
namanya Bank Mandiri. Saat saya tanya satu persatu cita-cita diantara mereka,
tak satupun punya cita-cita jadi pegawai bank atau banker. Yang mereka kenal
ingin menjadi dokter, tentara, pilot, guru, pegawai negeri dsb.
Saya hadir disana
sebagai orang bank, pimpinan Bank Mandiri. “Bekerja di bank itu sangat keren.
Setiap hari memakai dasi, diruangan ber-AC, bertemu dengan nasabah yang
bermacam-macam, menghitung uang tiap hari dan banyak hal menarik saat bekerja
di bank. Kita bisa membantu orang banyak melalui bank. Kita bisa memajukan
daerah melalui bank. Kita bisa memajukan negeri melalui bank”.
Anak-anak pun
terpesona mendengar apa yang saya katakan. Sesuatu yang belum pernah terbayang
selama ini oleh mereka. Profesi yang tidak pernah terlintas di benak mereka.
dan mulailah terbuka jendela wawasan mereka. sebenarnya begitu banyak profesi
di luar sana yang belum semuanya mereka ketahui. Anak-anak desa yang hanya
mengenal gunung, sawah, ladang dan pantai.
Ternyata begitu
banyak anak negeri yang masih sangat butuh perhatian dari kita. Begitu banyak
generasi yang butuh kehadiran kita. Dan saya bangga bisa hadir di tengah mereka
bersama Bank Mandiri.
Saya pun membagikan
kepada mereka masing-masing sepotong kertas. Saya minta mereka menuliskan
cita-cita mereka, ingin menjadi apa kelak bila sudah besar nanti. Ada yang
merenung, ada yang saling bertanya sesama teman, ada yang sibuk menulis dan
banyak lagi aktifitas mereka. yang pasti mereka sedang menyusun masa depan
mereka, menuliskan cita-cita dan mimpinya.
Satu per satu
mereka membacakan apa yang menjadi cita-cita mereka kelak dan saya pun
memberikan masing-masing sebuah balon untuk mereka. Kertas bertuliskan
cita-cita ditempelkan di masing-masing balon yang mereka pegang. Setelah semua
membacakan cita-citanya dan menempelkannya di balon, saatnya kami keluar kelas.
Berkumpul di lapangan bersiap-siap melepaskan balon berisi cita-cita.
Dalam hitungan
ketiga balonpun serentak dilepas ke angkasa membawa cita-cita mereka
setinggi-tingginya. Harapannya apa yang mereka tuliskan dapat tercapai
setinggi-tingginya. Balon-balon berhamburan ke angkasa membawa cita-cita
mereka, membawa mimpi mereka di masa depan. Semoga seluruh cita-cita kalian
akan tercapai anak-anak negeriku...
Sebuah hal positif
yang sudah saya lakukan untuk negeri ini, bersama Bank Mandiri. Membangun
semangat anak negeri untuk memiliki mimpi, memunculkan hasrat untuk maju dan
berkembang, membuka jendela bagi mereka untuk melihat dunia luar. Mereka adalah
calon-calon generasi penerus bangsa yang masih tersembunyi. Tugas kita adalah
memunculkan potensi mereka ke permukaan. Antuasias, kemauan dan semangat
terpancar dari wajah-wajah mereka saat melepas balon berisi cita-cita yang akan
membawa mimpi mereka setinggi langit.
Keberadaan saya
sebagai insan Bank Mandiri di tengah-tengah mereka semakin memberi inspirasi
untuk mereka. tentu saja sebuah kebanggaan bagi saya bisa hadir di tengah
mereka membawa nama Bank Mandiri. Mereka semakin mengenal, mereka semakin dekat
dan mereka semakin senang kepada Bank Mandiri.
Banyak hal yang
bisa kita lakukan untuk berpartisipasi memajukan negeri. Bahkan dari hal yang
sederhana tapi bermanfaat dan memiliki dampak positif. Apa yang saya lakukan
dengan bergabung menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi mungkin bukan
sesuatu yang besar. Tapi saya yakin, itu adalah hal positif yang terpatri dalam
benak anak-anak lugu yang belum mengenal dunia secara luas. Itu adalah bekal
yang mungkin suatu saat kelak ada diantara mereka menjadi orang besar. Mungkin
di antara mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. Dan hari itu
adalah titik awal mereka mewujudkan cita-cita dan mimpinya.
Kelas Inspirasi
tidak hanya menginspirasi anak-anak Sekolah Dasar yang dikunjungi. Tetapi saya
sebagai relawan pengajar bahkan lebih terinspirasi dengan semangat rekan-rekan
sesama relawan Kelas Inspirasi dan semangat anak-anak yang memiliki mimpi
begitu tinggi. Saya bangga telah menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Kelas
Inspirasi memang sungguh menginspirasi.
Kelas Inspirasi
memang hanya sehari, namun akan mereka ingat selamanya bahkan mungkin seumur
hidupnya.
Sehari Berbagi
Seumur Hidup Menginspirasi!
Selamat
menginspirasi untuk insan Bank Mandiri dengan Spirit Memakmurkan Negeri ...!!!