Selasa, 06 Desember 2011

Kebahagiaan dan Kesuksesan

Setiap orang tentu mendambakan kebahagiaan dan kesuksesan dan orang yang merasa sempurna adalah yang memiliki keduanya. Pertanyaannya adalah apakah orang sukses itu sudah pasti bahagia atau sebaliknya apakah orang bahagia itu sudah pasti sukses.

Kebahagiaan berbeda dengan kesuksesan. Sukses berarti mendapatkan apa yang kita inginkan sedangkan bahagia adalah menginginkan apa yang kita dapatkan. Sukses dan bahagia merupakan dua jalan yang
berbeda yang selalu ingin ditempuh oleh setiap orang secara bersamaan. Tetapi tidak semua orang mampu menempuh dua jalan tersebut secara bersamaan.


Ukuran sukses adalah kuantitas, dapat diperhitungkan, dapat dilihat. Sukses kadang diartikan sebagai pencapaian, apabila belum mencapai hal-hal yang diinginkan dianggap belum sukses, misalnya sukses memiliki jabatan, rumah, mobil mewah. Dalam sebuah pekerjaan apabila kita diberikan sebuah target misalnya 100% sedangkan pencapaian kita baru sebesar 80% artinya kita belum bisa disebut sukses.

Kesuksesan seorang penjual adalah ketika kita berhasil menutup penjualan atau mencapai terget yang ditetapkan, kesuksesan seorang pegawai adalah ketika dia berhasil mencapai jabatan tertentu di perusahaan. kesuksesan seorang penyanyi ketika albumnya meledak di pasaran.

Sedangkan kalau kita berbicara kebahagiaan berarti kita berhubungan dengan kualitas. Kebahagiaaan tidak berpatokan pada pencapaian, tidak tergantung pada keadaan di luar, tetapi tergantung ke dalam diri kita sendiri. Apabila sukses baru dapat dinikmati setelah target kita tercapai, kebahagiaan dapat kita nikmati saat ini juga.

Kebahagiaan adalah menikmati setiap saat dalam perjalanan hidup kita, bahkan tercapai tidaknya tujuan yang kita inginkan boleh jadi seolah-olah tidak penting lagi ketika kita menikmati setiap momen yang sedang dilalui.

Apabila sukses itu tergantung pada sesuatu yang ada di luar, sedangkan kebahagiaan bergantung pada apa yang ada dalam diri kita sendiri, seharusnya menjadi bahagia itu lebih mudah. Kita tidak membutuhkan apa-apa untuk menjadi bahagia, kita haya membutuhkan diri kita sendiri.

Arvan Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness mengatakan : “Untuk menjadi bahagia Anda tidak perlu membuat target-terget. Anda tidak perlu mengejar apapun. Menerima keberadaan Anda  apa andanya, bersatu dalam kepasrahan dan kekinian”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar